JAKARTA - Positifnya inflasi memicu investor untuk melakukan aksi beli, akibatnya indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan kembali menguat pada perdagangan Rabu (6/1/2010) ini.
"Peluang untuk menguatnya indeks masih sangat terbuka. Pelaku pasar sedang gencar masuk pasar untuk melakukan aksi beli," kata analis saham dari PT Optima Sekuritas Ikhsan Binarto, di Jakarta, Rabu (6/1/2010).
Dilanjutkannya, momentum inflasi yang lebih rendah dari yang diespektasikan tersebut dimanfaatkan oleh pelaku pasar untuk melakukan akumulasi beli terhadap saham-saham yang di awal perdagangan 2010 masih relatif murah.
Di sisi lain, indeks juga didukung oleh menguatnya nilai tukar mata uang rupiah. Menurutnya, penguatan rupiah yang terjadi akan diikuti oleh masuknya aliran dana segar dalam lantai bursa domestik. Ikhsan memperkirakan indeks akan bergerak di kisaran support resistance di level 2.580-2.630.
Sementara itu, analisa dari Trimegah Securities, IHSG kembali menguat didukung oleh saham saham unggulan juga dibantu oleh sentimen positif dari data ekonomi. "Volume dan nilai transaksi kembali ke rata-rata 20 hari," ucapnya.
Dilanjutkannya, stochastic yang berada di wilayah oversold perlu menjadi perhatian dalam jangka pendek, meskipun MACD dan RSI masih menujukkan ruang untuk tren naik. Hari ini, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 2.576-2.630.
Sebelumnya, pada perdagangan Selasa 5 Januari kemarin, IHSG berhasil menunjukkan performa terbaiknya di pekan pertama 2010. Indeks saham ditutup menguat 29,864 poin atau setara 1,16 persen ke posisi 2.605,277.
"Peluang untuk menguatnya indeks masih sangat terbuka. Pelaku pasar sedang gencar masuk pasar untuk melakukan aksi beli," kata analis saham dari PT Optima Sekuritas Ikhsan Binarto, di Jakarta, Rabu (6/1/2010).
Dilanjutkannya, momentum inflasi yang lebih rendah dari yang diespektasikan tersebut dimanfaatkan oleh pelaku pasar untuk melakukan akumulasi beli terhadap saham-saham yang di awal perdagangan 2010 masih relatif murah.
Di sisi lain, indeks juga didukung oleh menguatnya nilai tukar mata uang rupiah. Menurutnya, penguatan rupiah yang terjadi akan diikuti oleh masuknya aliran dana segar dalam lantai bursa domestik. Ikhsan memperkirakan indeks akan bergerak di kisaran support resistance di level 2.580-2.630.
Sementara itu, analisa dari Trimegah Securities, IHSG kembali menguat didukung oleh saham saham unggulan juga dibantu oleh sentimen positif dari data ekonomi. "Volume dan nilai transaksi kembali ke rata-rata 20 hari," ucapnya.
Dilanjutkannya, stochastic yang berada di wilayah oversold perlu menjadi perhatian dalam jangka pendek, meskipun MACD dan RSI masih menujukkan ruang untuk tren naik. Hari ini, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 2.576-2.630.
Sebelumnya, pada perdagangan Selasa 5 Januari kemarin, IHSG berhasil menunjukkan performa terbaiknya di pekan pertama 2010. Indeks saham ditutup menguat 29,864 poin atau setara 1,16 persen ke posisi 2.605,277.
0 komentar: on "Aksi Beli Picu Penguatan IHSG"
Posting Komentar